Mengatur pembayaran tukang adalah hal penting dalam sebuah proyek. Banyak pemilik proyek mengalami kerugian karena pembayaran tidak terkontrol, tukang kabur, atau pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Solusinya adalah membuat sistem progres pembayaran yang jelas, tertulis, dan terukur.
Artikel ini membahas langkah-langkah membuat progres pembayaran yang efektif dan mudah diterapkan.
Sebelum membuat progres, kenali dulu sistem kerja tukang:
Dibayar per hari kerja.
Cocok untuk proyek kecil atau pekerjaan yang sulit dihitung volume-nya.
Butuh kontrol kehadiran + laporan harian.
Dibayar per hasil kerja.
Lebih aman untuk owner karena ada target jelas.
Cocok untuk pekerjaan besar: bangunan rumah, renovasi besar, finishing.
Rekomendasi:
Untuk proyek yang durasinya lebih dari 2 minggu, gunakan borongan + progres pembayaran.
Ini adalah kunci utama.
Contoh untuk pekerjaan pembangunan rumah (finishing):
| Tahap | Jenis Pekerjaan | Bobot (%) |
|---|---|---|
| 1 | Pasang dinding bata | 15% |
| 2 | Plester + Aci | 15% |
| 3 | Pemasangan keramik | 20% |
| 4 | Pengecatan | 10% |
| 5 | Pemasangan pintu jendela | 10% |
| 6 | Instalasi listrik + plumbing | 15% |
| 7 | Final cleaning + perapihan | 15% |
Total 100%.
Setiap progres ini akan menjadi acuan pembayaran.