Cara Membuat Progres Pembayaran Tukang Agar Rapi dan Tidak Over Budget (Part 1)


Mengatur pembayaran tukang adalah hal penting dalam sebuah proyek. Banyak pemilik proyek mengalami kerugian karena pembayaran tidak terkontrol, tukang kabur, atau pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Solusinya adalah membuat sistem progres pembayaran yang jelas, tertulis, dan terukur.

Artikel ini membahas langkah-langkah membuat progres pembayaran yang efektif dan mudah diterapkan.


1. Tentukan Model Kerja: Harian atau Borongan

Sebelum membuat progres, kenali dulu sistem kerja tukang:

A. Sistem Harian

  • Dibayar per hari kerja.

  • Cocok untuk proyek kecil atau pekerjaan yang sulit dihitung volume-nya.

  • Butuh kontrol kehadiran + laporan harian.

B. Sistem Borongan

  • Dibayar per hasil kerja.

  • Lebih aman untuk owner karena ada target jelas.

  • Cocok untuk pekerjaan besar: bangunan rumah, renovasi besar, finishing.

Rekomendasi:
Untuk proyek yang durasinya lebih dari 2 minggu, gunakan borongan + progres pembayaran.


2. Pecah Pekerjaan Menjadi Tahap-Tahap (Progress Breakdown)

Ini adalah kunci utama.

Contoh untuk pekerjaan pembangunan rumah (finishing):

Tahap Jenis Pekerjaan Bobot (%)
1 Pasang dinding bata 15%
2 Plester + Aci 15%
3 Pemasangan keramik 20%
4 Pengecatan 10%
5 Pemasangan pintu jendela 10%
6 Instalasi listrik + plumbing 15%
7 Final cleaning + perapihan 15%

Total 100%.

Setiap progres ini akan menjadi acuan pembayaran.

Person Image

Temukan artikel lain

Lihat semua