Atur termin (tahapan) pembayarannya.
Contoh:
Termin 1 (20%) setelah pekerjaan pondasi 100%
Termin 2 (30%) setelah dinding + struktur selesai
Termin 3 (30%) setelah pemasangan keramik + finishing
Termin 4 (20%) setelah serah terima pekerjaan
Pastikan tertulis:
✔ Tidak ada pembayaran di depan
✔ Pembayaran diberikan setelah progres dicek dan sesuai target
✔ Jika progres tidak sesuai → pembayaran ditahan
Owner atau mandor bisa buat laporan harian atau mingguan:
Foto pekerjaan terbaru
Persentase progres
Pekerjaan yang belum selesai
Kendala
Contoh format:
Progres Mingguan (Minggu ke-3)
Pekerjaan keramik: 60%
Pengecatan dinding: 20%
Pekerjaan pintu: 0%
Estimasi biaya dibayarkan: 40%
Semua terdokumentasi rapi → tukang bekerja lebih disiplin.
Kontrak tidak harus rumit.
Isi minimal:
Nama tukang/mandor
Lingkup pekerjaan
Total biaya
Tahap progres + bobot (%)
Syarat pembayaran
Denda keterlambatan (opsional)
Garansi pekerjaan
Dengan kontrak → tukang tidak berani kabur dan pekerjaan lebih jelas.