Cara Membuat Progres Pembayaran Tukang Agar Rapi dan Tidak Over Budget (Part 2)


3. Buat Kesepakatan “Bayar Bertahap Sesuai Progres”

Atur termin (tahapan) pembayarannya.

Contoh:

  • Termin 1 (20%) setelah pekerjaan pondasi 100%

  • Termin 2 (30%) setelah dinding + struktur selesai

  • Termin 3 (30%) setelah pemasangan keramik + finishing

  • Termin 4 (20%) setelah serah terima pekerjaan

Pastikan tertulis:

✔ Tidak ada pembayaran di depan
✔ Pembayaran diberikan setelah progres dicek dan sesuai target
✔ Jika progres tidak sesuai → pembayaran ditahan


4. Buat Laporan Progres Singkat (Foto + Angka)

Owner atau mandor bisa buat laporan harian atau mingguan:

Laporan harus berisi:

  • Foto pekerjaan terbaru

  • Persentase progres

  • Pekerjaan yang belum selesai

  • Kendala

Contoh format:

Progres Mingguan (Minggu ke-3)

  • Pekerjaan keramik: 60%

  • Pengecatan dinding: 20%

  • Pekerjaan pintu: 0%

  • Estimasi biaya dibayarkan: 40%

Semua terdokumentasi rapi → tukang bekerja lebih disiplin.


5. Gunakan Kontrak Kerja Sederhana

Kontrak tidak harus rumit.

Isi minimal:

  • Nama tukang/mandor

  • Lingkup pekerjaan

  • Total biaya

  • Tahap progres + bobot (%)

  • Syarat pembayaran

  • Denda keterlambatan (opsional)

  • Garansi pekerjaan

Dengan kontrak → tukang tidak berani kabur dan pekerjaan lebih jelas.

Person Image

Temukan artikel lain

Lihat semua